Bisma menatap sebal ketika handphonenya berdering nyaring. Ia hanya menatapnya sesaat, mengecilkan volumenya lalu membiarkannya terus berdering sambil kembali melanjutkan meeting bersama timnya. Getaran itu akhirnya berhenti, tapi malah semakin membuat raut wajah Bisma muram. Wajahnya kembali berbinar ketika handphonenya kembali bergetar dan nama pembantu bandel muncul kembali di layar handphonenya. “Pak, mungkin harus segera diangkat. Pembantu bapak terus menerus menghubungi,” ucap Irwan yang tengah presentasi pada atasannya. “Biarin aja!” jawab Bisma santai sambil menatap layar handphonenya sebal. Ia sengaja mengganti nama Lara dengan nama pembantu karena mendengar Lara yang memanggilnya dengan panggilan supir saat menelpon tadi. “Kali ada hal penting dirumah yang harus disampaikan

