Nasib naas menimpa Mazaya. Ia disuruh Ilona ke rumahnya, buatin tugas Darren. Mazaya tidak bisa menolak. Ilona terlalu baik padanya, ia merasa berhutang kebaikan pada Ilona. Mazaya naik gopal. Setelah ia dikirim alamat rumah Ilona. Mazaya tiba di rumah Ilona, yang tidak terlalu besar. Hanya perumahan minimalis dengan dua kamar. "Ah masuk." Mazaya hanya tersenyum ke arah Ilona, dan cipika-cipiki. Ilona mempersilahkan duduk di sofa. "Mayonaise, kalau mau minum ambil aja di kulkas." Mazaya hanya mengangguk. Ilona hanya memakai celana kain rumahan yang begitu pendek, dan tanktop berwarna merah. Dengan wajah Ilona, yang sudah mirip mummi. "Aku lagi maskeran. Duduklah dulu, Darren lagi di kamar." Mazaya hanya tersenyum miris. Mengalahkan raja sekarang, hidup seorang Darren. Mazaya

