Kejadian dikantor tadi, membuat suasana hati Ilona tidak menentu. Melihat kekasihnya, membuat Ilona tidak bisa menahan semuanya. Ilona menangis dipelukan Darren. Darren menduga, Ilona pasti menangis terharu karena ia mengirim pesan ngajak nikah. Sungguh, Darren tidak akan melepaskan wanita, walau bagaimana pahitnya kenyataan kedepan. "Kenapa sayang?" Tanya Darren lembut. Ilona masih tersedu-sedu, merasa begitu sedih. Ia tidak pernah, seemosianal ini. Darren hanya menunggu Ilona, meluapkan semuanya. Jika seseorang menangis, jangan suruh diam. Biarkan ia mengeluarkan semua keluh kesahnya. Darren membenarkan anak rambut di wajah Ilona. "Sudah?" Ilona mengangguk. Darren menyeka air mata itu. "Nah, sekarang senyum." Kata Darren dengan tersenyum hangat. Ilona membuat wajahnya seperti i

