Darren jelas tengah berbunga. Dosen pembimbing satu, melihat revisi proposal yang telah di buatny--- di buat Mazaya. Kekasihnya itu merevisi dengan begitu sempurna. "Bagus. Tinggal bapak ACC aja nih. Siapa pembimbing kedua kamu?" "Buk Sinta pak." "Cepat kejar dosennya. Mau seminar bulan ini kan?" "Iya pak." "Udah, bapak ACC. Langsung cari pembimbing dua." Proposal itu telah di tanda tangan. Melihat tanda tangan dan kata ACC seolah melihat berlian di tengah hamparan batu kali. Lelaki pemilik lesung pipi itu, ingin memeluk dosennya kalau di izinkan. "Terima kasih pak." Darren menyalami dosennya. Dan keluar dari ruangan ber-AC itu dengan perasaan begitu lega. Ia harus merayakan keberhasilan ini bersama Mazaya. Semua berkat kekasihnya. Jika bukan karena Mazaya, Darren yakin dirin

