Alend duduk merenung, hal ini membuat Kania bingung sendiri. Pasalnya baru pulang dari ngurus sesuatu suaminya banyak murung nya sangat beda sebelum dia berangkat tadi. "Mas," panggil Kania. Tapi suaminya masih saja terdiam dan bahkan masih tenggelam dalam lamunannya. "Mas," panggil Kania lebih keras dari sebelumnya. "Kenapa sayang? Kamu butuh sesuatu" ucap Alend reflek karena dia terkejut. "Mas kenapa?" Tanya Kania, hal ini membuat Alend langsung mendekati istrinya. Alend memeluk Kania dengan erat, dia menangis menumpahkan kesedihannya dalam pundak Kania. "Kenapa mas?" Tanya Kania heran, sungguh dia tidak tau apa yang dialami oleh suaminya hingga seperti ini. "Maafin Mas," ucap Alend lirih. "Mas nggak ada salah kenapa minta maaf? Seharusnya aku yang bilang terima kasih k

