*** Plaaaakkk! Tanpa bisa menahan dirinya, Khesya pun membawa sebelah tangannya lalu melayangkan tamparan kuatnya pada pipi kiri sang putra. Sehingga wajah tampan kesayangannya itu sontak terlempar ke samping. Khesya mendongak menatap kecewa pada putranya. "Seharusnya bukan ini yang kamu lakukan, Vien! Seharusnya bukan seperti ini! Bahkan kamu tidak menoleh sedikitpun pada adikmu ketika dia terus memanggilmu! Dia terus memanggilmu tapi kau malah sibuk mengedepankan amarahmu! Kalau dia mati, apakah kau bisa mengembalikan keadaan seperti yang kamu inginkan?! Kau bisa menghilang fakta bahwa Alvan telah menikahi adikmu?" Dadanya itu naik turun seiring dengan nafas yang terus bergemuruh. Khesya terus melayangkan tatapan kecewanya pada sang putra yang hanya menundukan wajah di depannya. "Jaw

