Chapter Dua Puluh Dua

1407 Kata

            Ana tidak bisa tenang selama bekerja. Bukan karena memikirkan masalahnya, melainkan menunggu kabar dari Sam. Dia ingin memastikan perkataan Remy. Tapi dia tidak ingin tiba-tiba menghubungi dan bertanya soal beasiswa. Di satu sisi, Ana khawatir Sam tidak akan menghubunginya meski sudah mendapat informasi sekalipun. Sedari tadi dia tidak bisa berhenti memikirkan hal itu.            “Anu, permisi.”             “Ah, iya, maaf.” Ana sedikti terkejut karena ternyata ada pengunjung yang datang. Entah sejak kapan dia melamun seperti tadi. “Ada yang bisa saja bantu, Mba?” tanyanya dengan ramah kepada dua wanita muda di hadapannya.             “Kami baru pertama kali ke sini. Bisa tolong pandu kami untuk melihat barang-barang yang bagus?”             “Boleh. Mari, Mba.”             A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN