“Kak Remy!” Ana terbangun sembari terkejut. Tidur tidak nyaman sekali malam ini akibat mimpi menyeramkan yang datang. Sudah beberapa hari berlalu dan Ana masih dihantui oleh sosok Angeline. Mimpi serupa tidak hanya datang sekali. Namun tadi malam menjadi yang terparah. Belum lama setelah sampai di kantor, Ana langsung menelepon Remy. Sudah sekitar lima hari mereka tidak bertemu karena Remy bilang sedang mendadak disibukkan oleh pekerjaannya. Jadi Ana pulang pergi memakai bus atau pun taksi online seperti dulu. “Kenapa ya aku mimpiin kamu terus, Kak?” “Mimpi apa memangnya?” “Ya… macam-macam, sih. Dari mulai yang aneh sampai seram.” “Kalau yang indah tidak ada?” “Waktu itu pernah, sih. Cum

