“Halo, Sam. Kamu lagi sibuk?” “Enggak, Na.” Sam masih tidak percaya kalau Ana menghubunginya lebih dulu. Bahkan sempat berpikir kalau dia tidak akan pernah dimaafkan oleh Ana. “Hm... kamu baik-baik saja?” “Iya. Kamu sendiri gimana?” “Maaf ya, Na. Aku jadi kelihatan bodoh sejak pulang dari Perancis. Padahal aku senang sekali sewaktu ketemu kamu lagi. Tapi malah jadi begini.” “Gak apa. Gak usah dibahas lagi, toh udah terlanjur terjadi. Yang penting sekarang kamu udah sadar.” “Iya. Waktu itu aku sempat cerita sama Kak Juna. Dan dia udah kasih nasehat yang lumayan nampar aku. Jadi bikin aku bersalah sama kamu.” “Sama, kok. Aku juga bukannya gak punya salah. Malahan aku udah ngingkarin janji kita waktu itu y

