Maaf banyak typo 10 detik berlalu, kedua mata Alex tidak mau berkedip menatap punggung mungil yang ada di depannya saat ini. Punggung mungil milik seorang bocah laki-laki yang dengan berani menyuruhnya dan memerintahnya untuk membawanya ke lantai 15. Yang artinya ke ruangannya. Seorang bocah laki-laki yang entah bagaimana bisa ada di kantornya bahkan ingin menggunakan lift eksklusive miliknya dan sekertarisnya. Dan seorang bocah yang celana dan ikat pinggangnya sedang ia pegangkan saat ini. Bocah laki-laki itu mengeluh. Kalau ia mau pipis harus buka cawat, celana, intinya semua harus di buka, kalau nggak di buka nanti risih karena basah. Dan Alex menelan ludahnya kasar, melihat bocah itu saat ini di depannya, aktifitas pipisnya sudah selesai, dan sedang membersihkan miliknya yang

