Dalam urusan perasaan, mungkin gue adalah pemula. Tapi, laki-laki mana yang jadi penonton ketika melihat orang yang disayang tersakiti:) -Algifary- ¶¶¶ Adalah Ladisya Isabel Alexander, seorang gadis 17 tahun yang belum merasakan mati, tapi terlebih dulu menikmati neraka-nya di dunia. Dan lebih kejamnya lagi, neraka dunia itu ada di tangan Ibunya, wanita yang melahirkannya. Pipi serta sudut bibir Disya sudah berwarna ungu. Terhitung sejak satu setengah jam yang lalu penyiksaan itu dimulai. "Memalukan! Kamu sangat memalukan anak j*****m! Berani-beraninya kamu pulang dengan tampilan seperti anak anjing masuk got!" Marie menjambak kasar rambut Disya, bahkan sudah banyak yang rontok dan berhamburan di lantai. "Aaa... Ampun, Ma. Ampun! Aa..." Disya menjerit bersama air mata yang membasahi

