Sepintar-pintar lo aja mengatur perasaan. Karena awal penyesalan adalah, hadirnya rasa bernama harapan. -Ladisya- ¶¶¶ "Gue to the point deh. Gue takut lo sama Galins suka sama satu cewek yang sama." dua remaja itu tengah menghabiskan waktu di pinggir jembatan. Nongkrong istilahnya. Sebelah alis Algi terangkat. "Maksud lo ... Galins juga suka Nara?" "Ya iyalah pele! Sejak kapan lo lemot?!" Naufal bersandar pada tiang jembatan. "Lo bolot apa gimana? Gak cukup gitu, Galins bilang kalo dia gak minat sama Inara." sahut Algi menatap serius. "Lo lupa kalo perasaan manusia itu bisa berubah kapan aja? Lo yang cuman ketemu di sekolah tiap hari aja bisa jatuh cinta sama Inara. Gimana ceritanya, kalo Galins yang tiap hari tiap malem tiap jam ketemu. Diurusin sama Nara. Dikasi makan tiap hari. D

