Selama lo masih berlogo manusia, itu artinya lo gak sempurna. Baik secara fisik, maupun perilaku! -Ladisya- ¶¶¶ Ternyata bukan hanya sekedar isapan jempol belaka, jikalau Zendro memang tidak akan berhenti membuntuti Disya hingga gadis itu memberinya maaf, plus kesempatan. Kesempatan untuk menunjukkan perasaannya tentu saja. Seperti sekarang, Disya pulang sekolah pun Zendro mengikut di belakang bak bayangan yang tak bisa jauh-jauh. Disya mengerem mendadak, memaksa Zendro melakukan hal yang sama. "Sial!" umpat Zendro hampir oleng. Cowok itu turun dari motor, lantas menghampiri Disya. Bukan tanpa alasan jika Disya mengerem mendadak. Ia hanya tidak ingin diikuti sampai ke rumahnya. Disya ingin menyelesaikan semua ini sesegera mungkin. Melihat Zendro mengetuk kaca mobilnya, Disya mengge

