Fiona menghempaskan tubuh di sofa ruang tengah persis di samping ayahnya yang tengah menonton televisi. "Mama di mana, Pa?" tanyanya. "Lagi keluar sama Kakak kamu," jawab Bhakti tanpa mengalihkan pandangan dari layar lebar di depannya. "Pa, aku mau izin main, sama temen." "Temen siapa?" "Temen aku." "Oh. Pulangnya jangan kemaleman." Fiona menaikkan sebelah alisnya. "Udah, itu aja?" Bhakti menolehkan kepala pada anak bungsunya itu. "Ya, emang kamu mau apa?" "Ya ..., 'kan Papa biasanya nanyanya yang macam-macam tuh, kayak pergi sama temen siapa, Papa kenal nggak temennya, ke mana perginya, naik apa, pulangnya jam berapa," cerocos Fiona yang tampak mengesalkan. "Kamu ini, kalo Papa banyak ngomong gitu kamu protes

