Carol duduk bersila di bangku panjang depan villa serta tangannya yang memegang setoples keripik. Ben di sampingnya juga duduk santai di sampingnya. "Menurut lo udara di sini gimana?" tanya Carol melihat sekilas ke arah Ben. "Sejuk. Tapi anginnya kencang, tuh, rambut lo sampai terbang-terbang gitu. Kenapa nggak diiket aja?" kata Ben sambil merapikan anak-anak rambut Carol. Perempuan itu sebenarnya merasakan organ di dalam dadanya berdetak tak karuan, namun ia berusaha biasa saja. Bukannya terlalu percaya diri. Tapi, toh, ia sendiri yakin kalau hal-hal kecil lainnya yang dilakukan Ben nanti akan selalu membuat jantungnya bergerak tak normal. "Tapi yang waktu itu lo bilang baru selesai obatin dua bocah yang berantem itu siapa, sih? Emang umurnya mereka berapa? Kok, malem-malem?" Ben terl

