"Tidur di kamar gue aja." Fiona mendongak. "Apa?" Terlihat sangat jelas kalau ia belum mengerti apa yang diucapkan Richard. "Tidur di kamar gue aja," ulang Richard. Mata Fiona membulat. "Tidur? Di kamar lo? Ta-tapi ...," "Nggak bakal gue apapain." "Nggak, bukan gitu mak-" "Jadi maksud lo, nggak papa kalo gue apapain?" "Bukan gitu, ih!" sentak Fiona. Wajahnya memerah menahan malu, juga kesal dengan ucapan Richard yang kelewat santai itu. Richard menghela napas, meneguk sedikit cappucinonya dan berdiri. "Udah, kan, minumnya?" ucapnya lalu mengambil muc dari tangan Fiona dan menaruhnya di tempat pencucian. "Ayo," ajak Richard lagi dan berjalan ke kamarnya dengan Fiona yang mengekori di belakang. Selang beberapa menit, Fiona sudah tenggelam di dalam selimut Richard, di ranjangnya. C

