Fiona memasuki kelas dengan mata yang terus mengarah pada ponsel, tidak memedulikan kelas yang sama sekali tidak ada penghuninya. Gadis dengan cepolan yang kali ini rapi itu, menaruh tas di bangkunya dan berjalan ke arah loker. Matanya sama sekali belum beralih dari benda pipih di tangannya. Saat mendongak, seketika matanya membulat. Ada sebuah notes yang sangat ia yakin itu dari Richard. Tapi kali ini benda kecil itu tidak ditempelkan di dalam, melainkan di pintu loker. Fiona berbalik dengan cepat, menelusuri bangku-bangku yang beberapa di antaranya sudah tergeletak tas. Dan arah pandangnya terhenti pada bangku yang tak jauh dari tempatnya duduk. Bangku Richard. Fiona tersenyum sangat lebar saat mendapati tas hitam di bangku Richard. Itu artinya Richard sudah datang dan semakin membuatn

