Carol sedang duduk di taman belakang rumahnya ketika ponselnya berdenting menandakan adanya pesan masuk. Senyumnya terbit di sudut bibir saat matanya menangkap nama orang yang mengiriminya pesan. Ben. Jika diingat-ingat, ini sudah hari kelima sejak cowok itu menyatakan perasaannya secara langsung. Dan sejak itu pula Ben sudah tidak lagi petekilan seperti biasa dan sering menjahilinya. Awalnya, Carol memang merasa sedikit kehilangan. Tapi perasaan itu kini terobati dengan mereka yang lebih sering berkirim pesan akhir-akhir ini. Seperti hari-hari sebelumnya, Carol akan tersenyum tak sabar ketika membuka pesan dari Ben. Ben : Car? Carol : Ya? Ben : Lagi apa? Carol : Nggak lagi ngapa-ngapain, cuma tadi sempet lagi baca buku Ben : Ganggu ya? Carol : Nggak juga. Emang kenapa? Ben : N

