56. Marah

1590 Kata

"Terimakasih banyak karna sudah mengizinkan kami untuk menginap selama tiga hari ini." Ardisa tersenyum seraya menatap Demira, di samping wanita itu ada Danu yang masih mengenakan setelan jas. "Apasih yang nggak buat… calon besan," Ardisa memelankan suaranya ketika mengucapkan dua kalimat terakhir. Demira terkekeh kecil. "Kapan-kapan ajak Dhe nginep di sini lagi biar nanti kalau mas Danu pergi ke luar kota ada yang nemenin aku di sini." Demira tersenyum sungkan, wanita itu melirik Danu dengan tatapan tidak enak. "Iya Ardisa benar. Dan lebih baik lagi kalau seandainya Dhemayra bisa tinggal di rumah ini sebagai menantu secepatnya." Demira mengeryit, matanya beberapa kali mengerjap pelan. Danu yang memiliki status sosial yang lebih tinggi darinya menerima Dhemayra dengan senang hati? In

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN