Pandji memperhatikan gerbang SMA Trisatya yang tertutup. Pria berusia empat puluh tahunan itu beralih menatap box makanan di tangannya, sontak, seutas senyum terukir di bibirnya. Pandji berencana memberikan kotak itu kepada Dhemayra. Di perjalanan saat mencari pekerjaan, Pandji melihat toko roti lapis kesukaan Dhemayra. Pandji sangat mengingatnya. Pandji lalu memutuskan untuk membelinya dengan uang tabungannya. Itu juga salah satu cara agar Dhemayra memberikan kepercayaannya lagi. Semoga putrinya bisa merasakan kasih sayangnya melalui roti lapis ini. Pandji mengalihkan pandangannya pada satpam yang berjaga di pos, tempatnya tak jauh dari ujung gerbang. Akhirnya pria berkemeja putih itu berjalan mendekati satpam. "Permisi Pak." Satpam yang sedang merokok itu sontak menoleh menatap Pa

