Suara dering ponsel yang keras menyentak kesadaran Elysa dengan begitu kuat. Wanita itu secara refleks mendorong Adrian yang sedang berada di atas tubuhnya. Adrian terjengkang ke belakang sampai punggungnya menyentuh lantai. Pria itu meringis kesakitan. Namun Adrian langsung berusaha untuk berdiri. Pria itu berniat untuk memprotes tindakan Elysa tadi. Namun Elysa mengabaikannya. Wanita itu langsung merogoh saku coat panjang yang dia kenakan saat ini. Lalu dengan cepat menjawab telepon masuk ke ponselnya. “Iya, Mas?” ujarnya. “Aku ada di kantor, Mas. Kenapa?” Adrian mengerutkan keningnya. Pria itu kemudian mendekatkan telinganya ke arah Elysa karena penasaran dengan orang yang menelepon wanita itu saat ini. Namun hingga wanita itu sudah selesai menelepon, tidak sedikitpun yang bisa Adria

