“Setelah kunjungan gue ada jadwal apa lagi, El?” Elysa meletakkan secangkir kopi ke atas meja kerja Adrian dengan gerakan pelan. “Kosong, Bang,” jawabnya singkat. Adrian mengangguk lalu tersenyum puas. “Elo pinter banget ngatur jadwal gue,” pujinya dengan tulus. “Sengaja ya banyakin kosongin jadwal gue biar kita bisa pulang bareng terus?” seringainya. Elysa mendesah kasar. Tidak mau meladeni ucapan asal Adrian, wanita itu segera beranjak dari ruangan pria itu. Namun belum sempat Elysa mencapai pintu, wanita itu sudah lebih dulu terpanggil oleh seseorang. Siapa lagi jika bukan Adrian, bosnya yang b******k itu. Dengan jengah Elysa berbalik. “Ada apa lagi?” tanyanya lelah. “Kerjaan gue masih banyak, Bang. Kalau elo gangguin gue terus, kapan kerjaan gue bisa kelar?” keluhnya. Adrian

