“cepat sedikit!” Derap langkah kaki yang dihentak dengan kasar, dipadu dengan urusan yang dirasa urgent menjadi tolak ukur bagi kami untuk bergerak cepat. Bunyi desingan pesawat yang mendarat maupun yang mengudara masih nampak sibuk. Terlihat pula dari kepadatan para penumpang yang memenuhi bandara. Aku berlari secepat yang aku bisa ketika kaki ku telah menapak pasti di negara yang telah lama mengusik diriku. Hiro, Yori dan Keyva sendiri mengekor dibelakangku dengan keluh kesah yang masih bisa kudengar namun tidak kuindahkan sama sekali. Tampilan kami sudah sangat sempurna untuk misi kali ini. Selengkap itu, dengan rompi anti peluru yang terpasang dipakaian kami. Sebuah penanda bila kami sejatinya siap untuk berperang di wilayah musuh. Tas-tas berat tersampir di punggung kami masing-masin

