Keindahan itu, Dirimu

2212 Kata

Kebekuan. Dingin. Kesepian. Beberapa faktor yang rupanya membangkitkan satu sisi dalam dirinya. Rasanya sedikit aneh, tatkala salju yang mencair turun kebumi dengan rupa baru berupa bulir air yang orang sebut sebagai hujan menjadi satu dari panorama alam yang perlu dirinya saksikan. Rintik yang basah yang selalu mengandung kenangan bagi sebagian besar umat manusia dimuka bumi. Warna putih sudah mulai menghilang, tak lagi terpantul pada jendela yang berembun karena suhu minus diluar sana. Sepertinya efek yang dihantarkan oleh musim dingin ini sudah tak lagi memberikan nuansa kebekuan meskipun pemuda itu menempelkan jari jemarinya pada jendela. Masih dingin sebetulnya, namun lebih kearah ganjil. Tidak terdefinisi. Intinya disini Dhaffin tidak suka dengan sensasi yang dia dapatkan dari tingka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN