“Sebenarnya hubungan seperti apa yang kalian berdua miliki?” Dhaffin bergumam sendiri, menutupi kemungkinan yang ada agar Edna tidak mendengar apa yang diucapkannya. Sebaliknya di menatap pada Edna lalu memunculkan sebuah senyuman yang lebar. “Jadi.. kau suka makanan manis?” tanyanya hampir tertawa geli dan belum pula tanyanya terjawab kedua mata Dhaffin membelalak lebar “Wow apa ini?” Edna menaruh semua cemilan yang dia dapat dari dalam lemarinya ke atas ranjang. “Ini seperti kau memiliki warung, bagaimana bisa semua ini ada dilemari bajumu?!” “Jangan bertingkah berlebihan hanya karena snack yang aku miliki. Makan saja dengan tenang. Racauanmu membuat telingaku sakit.” Gerutu Edna pula, setelahnya dia duduk disamping Dhaffin. “Kalau kau suka itu untukmu.” “Semuanya?” tanya Dhaffin se

