Tak lama terdengar suara hela napas yang entah sejak kapan baru tersadari berada disana. Tepat sekali saat Edna menghilang dari pandangan. Sosok tersebut keluar dari tempatnya bersembunyi, lalu melirik kearahnya dengan sunggingan senyum, nampak sengaja disetting agar terlihat lebih santai. “Kau tahu, sulit bagiku untuk mendapatkan rasa Sukanya. Kurasa dia memang sama sekali tidak menyukaiku.” “Benarkah?” Dior mengangguk, “Tentu, apalagi disaat aku berada disekitarmu. Perbedaan diantara kita berdua terlalu jelas.” Kini Dhaffin mengerutkan alisnya sedikit bingung dengan pernyataan barusan. Tidakkah apa yang dikatakan pria ini padanya hanyalah sebuah penghiburan dalam kacamatanya justru dirinyalah yang merasa dilupakan ketika Dior dan Edna berbincang mengenai sesuatu. Dirinya selalu berak

