Marvel menelan salivanya lalu ia mendekatkan dirinya pada Grace dan mencumbunya dengan mesra pagi ini. Grace yang merasakan bibirnya menyentuh sesuatu ditambah lagi dengan angin yang menyentuh pipinya itu. Mata Grace terbuka walau terasa lengket sekali. Grace mengerjapkan kedua matanya saat keadaan kamar itu remang-remang dan matanya juga kelilipan akibat beberapa rambut yang menyentuh kelopak matanya. Itu Marvel. Grace melepaskan pangutan mereka. Marvel yang menyadari Grace terbangun dan terkejut itu memilih untuk tersenyum manis. Ia kembali mengecup dengan kilat bibir Grace. "Morning kissnya Bae." "Yuk, mandi. Kamu sekolahkan pagi ini. Apa perlu saya mandiin?" Grace menggelengkan kepalanya. Marvel mengangkat tubuh mungil Grace setalah ia menyikap selimut yang membalut

