Rinrada yang tengah menyulam itu tersenyum dengan kehadiran anak perempuannya dan Marvel di belakangnya. "Duduk dulu, Nak. Mau Bunda buatin teh?" tanya Rinrada meletakkan sulaman itu di meja makan. "Boleh, Tan." Rinrada tersenyum lalu ia memanaskan air di kompor sembari menunggu air di cerek itu mendidih, Rinrada menyiapkan gelas, sendok, gula dan teh celup. Sementara Marvel, mata elangnya itu selalu menatap ke arah kamar Grace. Sepertinya Grace akan membawa beberapa buku, seragam sekolahnya dan juga pakaiannya. "Tan, boleh kan kalo saya bawa Grace ke rumah saya menginap beberapa hari?" tanya Marvel saat Rinrada berjalan mendekatinya setelah teh itu berhasil ia buatkan untuk Marvel. "Boleh Sayang, asal kalian jangan sampai kelewatan batas." Deg! Marvel tersenyum kaku

