Sungguh, hati Grace terluka saat membaca fakta dari situs pencarian di internet. Marvel yang tengah tertidur itu tiba-tiba ia mendengar isak tangis perempuan. Tidurnya sangat terusik karena ia jarang sekali untuk tidur siang setelah bekerja meneruskan perusahaan Sansan di Indonesia. Mata Marvel terbuka dengan perlahan, lalu bola matanya bergerak melihat seorang gadis yang tengah menangkup kedua tangannya itu ke wajah, menutupi seluruh wajahnya. Marvel dengan cepat mendudukkan tubuhnya lalu ia memegang kepalanya yang terasa pusing karena sebagian nyawanya belum terkumpul. "Sayang," panggil Marvel dengan suara rendah atau serak karena ia baru saja bangun dari tidurnya. Grace yang mendengar panggilan dari pria itu segera menghentikan tangisannya lalu ia membuka telapak tangannya da

