Bab 38

1362 Kata

Kania diam. Ia tidak menjawab langsung pertanyaan Nala. Perasaannya bimbang. Gadis tersebut ingat kejadian kemarin sore. Biantara terlalu memperlihatkan sikap jika ia begitu peduli dengan Melati. “Haduh. Dengan sikap lo yang diem gini aja gue yakin banget kalo lo sayang sama si Om.” “Nggak!” Kania menjawab langsung. Ia menatap datar ke arah Nala. “Aku benci sama dia.” Nala memiringkan kepala. Ia tidak yakin hingga kepalanya menggeleng. Tawanya lirih, tapi penuh cemoohan. “Jangan bohong, Kania. Gue paham banget gimana lo.” “Aku nggak bohong, kok.” Kania memantapkan perasaannya saat ini. Ia masih kesal dengan kejadian desain itu. “Dia sebatas pria kejam yang udah hancurin hidup aku, Nal. Apapun tentang dia aku benci! Apalagi dia egois banget!” Dalam beberapa detik, Nala mencoba me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN