“Kamu mau minum dulu, Kania?” tawar Mrs. Erika saat melihat raut wajah Kania yang terkesan tegang. “Biar sedikit rileks.” Kania mengalihkan atensinya sebentar. Ia tatap gelas yang diangkat oleh Mrs. Erika dan disodorkan padanya. “Makasih, Miss. Miss juga, silakan diminum jus jambunya. Sekalian cobain kue buatan Bia kemarin.” Ia meraih gelas itu lalu meneguknya sedikit. Kania kembali meletakkan gelas itu ke meja, lalu memajukan piring berisi kue lapis rasa pandan supaya lebih dekat dengan Mrs. Erika. “Wow. Bia kamu sering banget bikin kue, ya?” Kania mengangguk. Ia ikut mengambil satu kue lapis itu lalu memakannya pelan. “Bia hobi bikin kue. Papa aja selalu nagih kue buatan Bia. Karena rasanya memang enak.” Mrs. Erika terdiam. Kue yang ditelannya mendadak terasa berat. Seperti ada

