Bab 25-3

707 Kata

Langkah itu pelan, berusaha tidak meninggalkan jejak suara maupun semacamnya. “Cepetan, Kania!” “Iya, sedikit lagi. Sebentar.” Kania berusaha bergerak cepat untuk bisa kabur dari sana. Sampai di dekat pintu, ia akhirnya menarik gagangnya hati-hati. Ia keluar buru-buru. Helaan napas menguar. Kania lega. Ia berlari untuk menuruni tangga, buru-buru. Sampai di kelasnya yang sudah kosong, ia mengambil ransel. “Kania! Lo nggak apa-apa?!” Nala yang sedari tadi berusaha mencari keberadaan Kania tiba-tiba masuk. Wajahnya panik. “Nggak. Aku nggak apa-apa.” Napas Kania ngos-ngosan. Ia memegangi d.a.danya yang sesak. “Ya, udah. Kita pulang sekarang. Lo gue anterin pake mobil.” Kania menggeleng. Ia menolak saran dari sahabatnya. “Nggak bisa, Nal. Aku ada bimbingan ke lab.” Bibir Nala be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN