Bab 76-4

1180 Kata

“Ada apa, Mas?” Melati bertanya setelah menangkap raut tak senang di wajah suaminya. Biantara mengembuskan napas berat. Ia tidak menjawab. Ponsel itu diletakkannya ke samping, lalu tangannya kembali mantap memegang kemudi, memacu mobil meninggalkan area bandara. Melati, yang sudah paham betul watak suaminya, memilih diam. Ia membiarkan arah perjalanan ditentukan sepenuhnya oleh Biantara. Suasana di dalam mobil pun tenggelam dalam keheningan. Melati bahkan sempat merasa mengantuk karena sejak tadi Biantara tak berkata apa-apa, fokus penuh pada jalan di depannya. Tak lama kemudian, mobil itu berhenti di sebuah restoran. Melati turun setelah pintu dibukakan oleh Biantara. Mereka masuk dan duduk di ruang VIP. Biantara memang tak pernah setengah-setengah dalam memperlakukan Melati, terutam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN