Bab 83-4

527 Kata

Biantara tertegun sejenak. Pikiran sialan itu hadir. Kania sungguh memenuhi ruang kepalanya. Seketika ia teringat tadi malam. Gadis itu terlalu candu. Kania ibarat alkohol yang memabukkan. Dan, ya, Ia merasa puas dengan apa yang sudah terjadi tadi malam. Hal yang tidak ia dapat dari istrinya, ia dapatkan dari keponakannya. Sial! Sementara itu, di dalam kamar, Kania mulai tersadar. Ia membuka matanya pelan dan menatap sekitar. Kania berbaring ke samping, merasakan sesuatu hangat mengalir di kakinya. Biantara benar-benar menumpahkan seluruh miliknya ke dalam tubuhnya. Semuanya. Dan berulang kali. Kepalanya berdenyut ringan. Sekujur tubuhnya sakit. Bahkan, bagian bawahnya pun begitu nyeri dan perih. Kania berdesis. Ia berusaha mengubah posisinya menjadi terlentang. Sialnya, bokong

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN