Bab 84-4

525 Kata

Nala yang ada di sana merasa serba salah. Ia menatap prihatin kondisi Kania yang bahkan seperti orang linglung. Ingin rasanya Nala bicara pada Melati tentang hal sesungguhnya yang terjadi. Namun, ia tahu Kania pasti akan marah, bahkan membencinya. Tapi, kondisi Kania tidak bisa dianggap enteng. Nala takut hal lebih buruk terjadi. Ia berdiri di samping tempat tidur Kania. Memperhatikannya secara saksama. Ceklek! “Suruh dia makan dulu, Nala.” Melati masuk sambil membawa nampan tang berisi makanan dan air putih untuk Kania. Ia meletakkannya ke atas meja dekat dengan sofa. “Kania tidur, Kak. Baru aja.” Melati maju, menghampiri keponakannya. Ia melihat wajah Kania yang tenang dalam tidurnya. “Duh, liburan malah tambah males bangun ini anak. Untung Mas Bian nggak nagih tugas Kania

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN