Bab 92-3

701 Kata

Ia mendongak. Menatap langit-langit kamar mandi yang cahayanya sedikit redup. Tidak terasa, air matanya turun perlahan. Entah sampai kapan ia harus menanggung semua ini. Entah sampai kapan rahasia ini akan terus terjaga. Dan, entah bagaimana jadinya jika Yasmin sampai tahu nantinya. Kania menggeleng berulang kali. Makin dipikir, rasanya makin berat. Ia menepis semua bayangan buruk itu dan mulai beranjak dari bathtub. Gadis itu mengguyur tubuhnya dengan shower. Menggunakan sabun dan sampo yang biasa dipakai, lalu membasuhnya hingga bersih. Beberapa menit kemudian, ia telah siap. Gadis tersebut memakai dress sepaha dan jaket oversize guna menyamarkan perutnya yang buncit. Rambutnya digerai bebas. Ia mulai menyibukkan diri di dapur. Beberapa bahan ia siapkan dan mulai diolah dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN