Bab 94-2

708 Kata

Pria tersebut akhirnya memutuskan untuk menelepon asisten pribadinya. Tidak sampai tiga detik, panggilan itu terangkat. “Lacak lokasi nomor yang saya kirim.” “Baik, Tuan.” Panggilan itu berakhir. Biantara menunggu sambil menyandarkan kepala di kursi. Ia berpikir—menduga ke mana kiranya gadis tersebut. Sampai tidak lama, Hendrik asisten pribadinya mengirim lokasi gadis itu berada sekarang. Biantara memandanginya sekilas, lalu langsung menginjak pedal gas. Mobil melesat dalam kecepatan tinggi. Entah kenapa, dadanya dipenuhi rasa berkecamuk ketika ia menyadari gadis itu berada di lokasi yang jelas-jelas ia kenali. Biantara tahu persis rumah tersebut. Ia mengenal pemiliknya—nama yang tertera dalam informasi yang dikirim Hendrik bukanlah orang asing baginya. Rahangnya mengeras. Ia k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN