Biantara diam-diam menyeringai. Melati tidak menyadarinya dan memilih melanjutkan menyantap sarapan yang masih setengah piring. Pria tersebut lantas mengetik pesan di ponselnya. [“Awasi gadis itu. Laporkan jika ada sesuatu yang mencurigakan.”] Di luar, kendaraan Naren meninggalkan pekarangan mansion untuk melaju ke sebuah tempat yang sedang mengadakan festival kuliner. “Eh, aku kok pengin rujak mangga muda, ya, Ren.” Ucapan itu membuat Naren mengerutkan kening. “Rujak mangga muda?” Kania mengangguk pelan. Pandangannya tertuju pada Naren yang fokus mengemudi di jalanan yang lengang. Naren terkekeh kecil.“Kayak orang ngidam aja kamu, Yang.” Pipi Kania seketika terasa panas. Ia langsung memalingkan wajah. Perkataan itu memang terdengar bercanda, tapi entah kenapa menancap di kepalan

