Bab 106-3

707 Kata

"Well. Kamu yang memulai." Biantara menarik wajahnya. Dalam jarak yang tidak ada sejengkal, ia kembali membuka suara. "Biar saya tunjukkan dunia saya kepadamu." Belum sampai menjawab, Tubuh Kania diangkat dan dibawa masuk ke kamar mandi. Keran itu diputar. Air mengisi bathtub sampai penuh. Entah apa yang akan Biantara lakukan kali ini. Kania sudah terlanjur pasrah. Ia tidak bisa lagi mendefinisikan perasaannya dengan kata-kata. Gadis itu murni diam. Bahkan, ketika tubuhnya diangkat dan dimasukkan ke bathub, ia menahan rasa terkejutnya. Sikap Kania seperti terus-menerus menguji kesabaran Biantara. Pria itu akhirnya menggeram dan menyentak tubuhnya. Kemarahannya sudah di ujung tanduk. Jarinya dengan kasar membuka kemeja itu hingga kancingnya terlepas dan sebagian jatuh ke lantai.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN