Bab 28-2

1081 Kata

Gadis itu bicara lagi, berharap ada sedikit kepercayaan dari sosok Yasmin, meskipun nyatanya ia memang berbohong. “Mulut kamu memang nggak bisa dipercaya, Kania.” Nada bicara Hans berubah. Dari yang awalnya menggebu-gebu, kini mulai melirih. Namun, tatapannya kian menusuk, membunuh pertahanan Kania yang dibangun setengah mati. Kania sepenuhnya diam. Ia tidak lagi mampu bicara untuk memberi pembelaan. Gadis tersebut ingin mengakui kesalahan, tapi seolah dibungkam dari dalam. Hal tersebut karena rasa takutnya yang terlampau besar. Meski pukulan Hans sudah seperti sahabat baginya, tapi bukan berarti ia tidak takut sakit. “Seenaknya pergi acara demi alasan tidak jelas. Sopankah begitu, Kania?” Hans kembali menyindir dengan kalimat tajam. Pria tersebut berdiri, meninggalkan kursi tem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN