Bab 36-2

1184 Kata

“Bodoh!” Cacian itu keluar dari mulut Hanggara secara refleks. “Sengaja kamu mau buat kami malu? Kapan, sih, kamu nggak bikin aib di keluarga saya?!” Teguran keras Ranti membuat Hans mendengkus sebal. Diam-diam Ia menguatkan kepalan tangannya yang berada di atas meja. Hans geram bukan main. Rahangnya mengetat, giginya saling gemertak. Ingin rasanya ia memberi pelajaran pada Kania jika tidak ingat ada Yasmin yang selalu menjadi garda terdepan baginya. “Maafin Kania. Kania ... beneran nggak tau.” Suara itu pecah di ujung kalimat. Bukan karena tangis—tapi karena upaya keras Kania menahan dirinya agar tidak meledak di depan mereka. Ia menunduk, kedua tangannya saling menggenggam begitu erat sampai buku jarinya memucat. Kania berharap ada secuil ruang maaf, atau setidaknya sedikit penger

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN