Bab 50-3

740 Kata

“Astagfirullah. Mas!” Yasmin berteriak. Ia ingin berpindah ke sisi Kania. Namun, Hans langsung menarik tangannya kasar. “Kalau sampai malam ini kamu menolong dia, haram bagimu mencium bau surga, Yasmin!” Tepat Hans selesai berucap, suara petir menggelegar. Kilatnya menyala terang. Yasmin hanya memegangi d.a.danya yang sakit. Hans tidak peduli dengan rasa sakit yang dialami istrinya. Ia maju, menyeret Kania ke arah pintu belakang. “Bang Hans.” Suara tegas itu membuat langkah Hans terhenti. Tangan Kania ia hempas kasar. Pria tersebut memutar badan. Di ruang tamu, Biantara berdiri sambil menatapnya. Biantara rupanya tidak langsung pulang. Ia sudah bisa menduga hal seperti ini akan terjadi. Hatinya berbisik supaya tetap menunggu dan memberi perlindungan pada Kania. Keinginan itu ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN