Bab 53-3

711 Kata

“Kamu yang ngusir Kania, Mas?” Hans menggeleng pelan. Wajahnya tampak datar, seolah ia sama sekali tidak terlibat dalam keputusan besar itu. “Nggak, Yas. Jangan salah paham dulu.” Yasmin tidak sepenuhnya yakin. Pandangannya lalu berpindah pada Ranti. Mata itu menyiratkan permohonan penjelasan, juga kekhawatiran yang tak sanggup ia tutupi. “Begini, Yas. Juru masak di rumah Bian harus cuti untuk pengobatan anaknya. Jadi, Mama minta Kania yang masakin di mansion Bian. Masakan anak itu lumayan, kan?” Penjelasan itu membuat Yasmin terdiam. Ada gelombang cemas yang perlahan naik ke dadanya. Kania jauh dari pengawasannya—itu bukan hal yang membuatnya tenang. Terlebih, mansion Biantara bukan tempat yang ramah bagi gadis rapuh seperti putrinya. “Maksud Mama ... mau jadiin Kania pembantu?” Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN