Bab 62-3

859 Kata

“Kamu nggak apa-apa, Kania? Kamu keliatan berantakan.” Menggeleng, Kania menampilkan senyum di bibirnya yang sedikit bengkak akibat tindakan Biantara tadi. Ekor matanya melirik singkat ke arah Biantara. “Cuma syok dikit, Kak.” “Lho, kenapa?” Melati tampak terkejut sekaligus penasaran. “Tadi ... Om Bian—“ “Saya menghukumnya,” potong Biantara cepat. Ia tidak mau sampai Kania membeberkan semua yang terjadi di kamar ini. “Dia nggak mau makan makanan yang dibawakan Mama.” Dahi Melati mengernyit. Jawaban Biantara terdengar aneh. Ia lantas kembali menaruh atensi penuhnya pada Kania. “Benar begitu, Kania?” Kania mengangguk ragu. Bibirnya terasa gatal—ingin mengungkapkan semuanya. Namun, ia tahu batas. Melati tidak bersalah dan tidak sepatutnya diikutsertakan dalam masalahnya dengan Bia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN