Bab 66-2

705 Kata

Satu titik merah membuat Kania menatapnya lama. Di leher itu, masih ada bekas tindakan Biantara tadi malam. Dan hal tersebut membuatnya diam-diam tersenyum licik. Tok-tok-tok! “Kania, turun. Kita sarapan sama-sama.” Ketukan pintu serta panggilan lembut dari Melati terdengar. Kania gegas berbalik dan melangkah ke arah pintu. Ia menariknya pelan. “Iya, Kak. Bentar. Aku ambil tas sekalian.” Melati tersenyum dan mengangguk. Ia masih berdiri di sana, menunggu Kania mengambil tas sambil memperhatikan gadis tersebut. “Ada baiknya kamu pakai jaket. Udara di luar lagi dingin banget soalnya.” “Iya, Kak.” Saran Melati langsung dipatuhi oleh Kania. Gadis itu mengambil jaket yang tergantung di sebelah jas milik Biantara. Melati menatapnya lama. Ia perhatikan benda berwarna hitam itu. Sep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN