Bab 67-3

782 Kata

Mengingat soal itu, Kania akhirnya mengambil satu buah keputusan yang sebenarnya berat. Namun, ia memang sudah mempertimbangkannya semenjak tadi. “Kania mau kok, turutin permintaan Mama.” Panggilan itu sontak membuat Erika mengangkat pandangannya secara perlahan. Ia seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja didengar. “Tadi kamu panggil saya apa?” “Mama.” Kania berucap sambil tersenyum tipis. “Kania bakal ingat baik-baik panggilan itu.” Sontak Erika langsung membawa Kania ke dalam pelukan. Air matanya yang sempat tertahan sedari tadi kini luruh juga, membasahi pipi. Entah harus bagaimana caranya Erika menjelaskan kebahagiaannya saat ini. Ia bahkan tidak bisa mengungkapkannya melalui kata-kata. “Mama jangan sedih lagi, ya. Sekarang kan, ada Kania.” Kania berusaha menenangka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN