Aku hanya ingin membuka diri, dan semoga kamu memang yang terbaik. “Demi apa lo berdua jadian?” Atta menunjuk Eldwin dan Elvy bergantian. Wajahnya menampakan keterkejutan. Dia memang menyangka mereka akan berakhir pacaran seperti novel-novel yang ia baca. Jangan salah, dia hanya membaca novel romantis milik adiknya saat tidak ada bacaan-bacaan yang ia baca. Benci menjadi cinta, tapi ini bisa dibilang cukup singkat. Beberapa bulan cukup singkat kan? Atau hanya dia yang menganggap ini singkat. Evan melempar kepala Atta dengan kulit kacang. “Biasa aja kali Ta. Nggak usah segitu histerisnya, bukannya kita udah tebak mereka bakal jadian?” Evan geleng-geleng kepala melihat tanggapan Atta yang lebay, oke tidak lebay tapi agak. Atta mendengus, mengambil kulit kacang yang ternyata masih ada

