Kehidupan Elvy mulai kembali seperti biasa, tak ada kisah percintaan di dalamnya. Meski begitu luka itu masih ada. Hanya ia tutupi dengan kata ‘baik-baik saja’ Eldwin juga tidak menghubunginya sama sekali, bahkan tidak pernah menjelaskan kenapa dia bisa pergi bersama mantan. Elvy sendiri enggan untuk bertanya. Karena dia tidak mau mendengar penjelasan yang mungkin saja semakin membuat hatinya sakit. “Maura!” teriaknya, memanggil wanita yang kini baru saja keluar dari ruang dosen. Wanita itu tampak bingung.Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri. Elvy harus melambaikan tangannya untuk mencari perhatian Maura. Ia tersenyum saat sahabatnya itu menghampirinya. “Elah, lo ditungguin lama banget sih, kemana aja?!” sembur Maura saat sudah berada di hadapannya. Ia kesal. Sejak

