Tak semua orang sadar akan cinta yang dimiliki, terkadang butuh rasa sakit untuk menyadarkan bahwa dia telah jatuh cinta. Elvy berjalan melewati beberapa orang dengan sebuah troli yang di dalamnya sudah ada beberapa barang. Ditangan Elvy ada secarik kertas yang berisikan nama-nama barang yang harus dibelinya. Belanja bulanan, itulah yang dilakukan oleh Elvy sekarang. Dia berhenti tepat di deretan minya. Mengambil salah satu minyak yang sudah dipastikan bahwa minyak itu 200 ml. “Ini gue bawanya gimana coba,” gerutunya saat sadar bahwa belanjaannya sudah menumpuk. Sebenarnya dia hari ini seharusnya ditemani oleh Tama, abang kesayangan sekaligus menyebalkan itu. Tadi saat dia sudah siap-siap, abangnya sudah lenyap entah kemana, membuat dia mengumpat tentu dalam h

