Ini bukan tentang dendam, ini hanya tentang luka yang sulit untuk sembuh. -Eldwin- Eldwin masih termenung, di bawah cahaya lampu kamarnya. Memandang langit-langit kamarnya. Ia tersenyum sendiri membayangkan wajah Elvy yang tampak kesal padanya. Entah kenapa, di depan Elvy, dia bebas tersenyum, bebas untuk menjadi seperti dirinya yang dulu, tanpa ada luka, tanpa ada rasa hampa. Ia tahu gadis itu mulai menyukainya, mungkin sudah. Dari tatapannya, dari gestur tubuhnya, ia sadar itu. Meski bibirnya terus mengatakan tidak. Ia tahu ada rasa suka yang terselip di sana. Lagi. Senyum Eldwin mengembang, mengingat kejadian tadi saat ia mencium bibir Elvy. Bahkan sekarang ia masih merasakanya, ketika bibirnya menyentuh bibir tipis Elvy. Rasanya, itu akan

